Acar Adzab Allah Adzan Afrika Agama Agency Ahok AIA Carnival Air Ajaib Air Alkali Airport Akidah aku cinta Isla Aku Cinta ISLAM Anak Rantau Anak-anak android anjing Anjing Pintar Anti-Terorisme Api Aplikasi Asuransi TKI Australia Ayah Ayam Badai Irma bahasa Korea Bakti sang Cucu Bali Bandara Bandara Internasional Hong Kong Bandara Jogja Bandara Juanda Bandara Soetta Bangladesh Banjir Banjir Garut Bank di hongkong Bank Indonesia Bank international Banyuwangi Batam Bayi Bea Cukai Beasiswa Behel gigi Bekasi Belajar Hangeul Belajar Islam belajar menghafal Bencana Berbagi Ilmu dan pengetahuan Berburu Kupon Berita duka Berita Selebritis Bhasa BI Bilik Sastra Binamandiri Biografi Bisnis Bisnis dan Keuangan Bisnis dan Politik Bisnis Hallal ala Rosul Blacklist Blitar Blogger Tips BMI Hong kong BMI & Hong kong BMI Abu Dhabi BMI Amerika BMI Arab Saudi BMI Australia BMI Dubai BMI Hong kong BMI Hong Kong Mantan BMI BMI Ilegal BMI Jeddah bmi Jepang BMI Korea BMI Macau Bmi Malaysia BMI Menulis BMI Oman BMI Overstayers BMI Pintar BMI Riyadh BMI Singapura bmi Taiwan BMI Terampil BMI Terlatih bmi timur tengah Bnp2tki Bom Molotov Bom Panci Book Review BP2PMI BP3TKI BPJS BPJS Ketenagakerjaan Brebes BRI Budaya & Budaya Bukit Bullying Bulu Tangkis Bunuh diri Bunuhb diri buruh Buruh Migran Asing Buruh Migran China Buruh Migran Filipina Buruh Migran India/Pakistan Buruh Migran Kamboja Buruh Migran Myanmar Caesar Calling Visa Care4Syria Care4Syria Indonesia Care4syria Malaysia Causeway Bay Cecilia Cheung Central Cerita Motivasi cerita pekerja migran Cerita sedih Ceritaku Cerpen Chai Wan Chai Wan Park Chen Songyong China Ching Ming Festival Ciber Crime Cilacap CIMB Niaga Cinta Orang Tua Cintai Anak-anak CintaOrang Tua Cirebon Convert Video Crystal-X CTKI Cuaca Curhatan TKI Cut Nyak Dhien Daily Recipes Daily Recipes. Resep Harian Daily Tips Damman Dedi Mulyadi Dekstop Tips Depok Deportasi Dessert Devisa Dhuafa Dilema buruh Migran Dinar Dokumen Palsu Donasi Download Mp3 DPR RI Dr.Zakir Naik Dragon Boat Races E-kad E-KTKLN E-KTP Ekonomi Eni Lestari Eskalator Facebook Fahri Hamzah Fakta Fengdu Zarva Park Fenomena Facebook Filipina Forums Geo Expat Hong kong Foto terbaru gadge Gadget Gags Gaji Gallery Gambar Ganja Gantung Diri Gempa Generasi Qur'ani Gigi Ginjal Gojek Google Adsense Gukum Gunung Guyon H.Jamhuri Haji HALAL Restaurant Hamil Handphone Happy Valley Hari Kasih Sayang Hari Ryanya TKI Harimau Harris J Hasil penelitian Hate Speech Heni Sri Sundani herbal Hewan Hiburan Hight Court Hijab Hiker Hikers Hiking Hipnotis HIV/AIDS HK Observatory HKID hoax Hong Chong Road Hong Kong Hong Kong Airport Hong Kong Damkar Hong Kong Disneyland Hong Kong Flower Show 2017 Hong Kong Food Recipes Hukum Hukum Hong Kong Hukum Indonesia Hukum ITE Hukum Malaysia Hukum Singapura Hukum Taiwan Humor Hung Hom HUT RI 72 Hutan Hutang Hydrophonic Ibu Ibu dan Anak Ibu yang terlantar ICWP ID Talent Idul Fitri 2016 IELTS Ikan IMA IMA matul Maisaroh Imigrasi Imigrasi Hong Kong IMWU Indonesia Indonesia-hongkong Informasi Informasi Orang Hilang Informasi traveling Insiden Inspirasi Inspiratif Internasional International Internet scammer Intisari Investasi Investasi Bodong Ironis ISIS Islamic Song Lyrics Israel ITE Jadwal Puasa Ramadhan Jakarta Jalan Raya Jamaludin Jardine's Crescent Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jeddah Jember jepang Job Order Job Seeker in Hong kong Jogja Joko Widodo Jombang Jompo JPK Juanda Airport Kabar Dari China Kabar Dari Hong Kong Kabar dari Indonesia Kabar dari Malaysia Kabar dari Seberang Kabar dari Taiwan Kabar duka Kabar Film Kamboja Kampus Kamus Kamus Korea Kanker Otak Kanker Servik Karir TKI Kasus Buruh diluar Negeri Kasus Buruh diluar negeri Kata-kata KBRI KBRI Amman KBRI Jeddah KBRI Moscad KBRI Riyadh Kdei Taipei KDEI Taiwan Keamanan Kebakaran Kebun Binatang Kecantikan Kecelakaan Kecelakaan bmi kecelakaan Kerja Kediri Kedok Kehilangan Keimigrasian Keimigrasin kejahatan kekerasan oleh TKI Kekerasan pada Bayi Kekerasan pada TKI Kekerasan pads TKI Kembali ke Fitrah Kemenaker Kemendagri Kemenlu Kemerdekaan RI Kemiskinan Kendal Kentut Kepolisian Kepresidenan Keracunan Makanan Kereta Api Kesehatan Keselamatan Keuangan keyboard Khas Indonesia KIA kim Jong-Nam Kim Jong-Un Kisah Inspiratif Kisah Motivasi Kisah Teladan KJRI Australia KJRI Hong Kong KJRI Jeddah KJRI Riyadh Klaten Kocak Kokain Kolom BMI Kolom PMI Komodo Dragons Komputer Komunitas Konjen Tri Tharyat Konsul Filipina Kontrak kerja Mandiri Koplak Korban kapal karam Korea Korea Selatan Korea Utara Koreksi Data Kosmetik Kowloon Park Kplom BMI Kreatif Krim Pemutih Kriminal KTKLN KTP Kuliah di Hong Kong kuliah diluar negeri Kuliner Kuliner Kasih Kulit Kupon Gratis Kursus Kuwait Kwong Wah Hospital Labour Labu Kuning LACI Lakalantas Lalu lintas Lampung Lampung Selatan Langham Pkace Langsung Enak Lansia Lari dari Hutang Latihan Anti-Teror Lazio dan laziale LDR Learn Hangul Lebaran Lesbian Lesbian di Hong Kong Leukimia Lirik Lagu Long Servive Bonus Longsor m Macau Macau International Airport Madame Tussauds Hong Kong Madiun Majalengka Majikan Makanan Khas Nusantara Malang Malaysia Mall Maluku Manfaat Sholat Mantan Buruh Migran Mari bantu Saudara kita Mari berbagi Masjid Maskapai Media JBMI Hong Kong & Macau Media Sosial Mekkah & Madinah Meme Lucu mengenal Allah lebih dekat Menikah Menlu Menstruasi MERS Mesir MILAGROS Minuman herbal Mobile Tips Modus MOM Mong Kok Mong Kok MTR Moral Motivasi Motor Mp3 MTR Mualaf Mudik Muhammad Faizal Musa Myanmar Nabi Muhammad SAW nama dan alamat bank Narkoba Nasional Nenek Nota Kesepahaman NTB Nunik Ambarwati Nusron Wahid Obat Alami Obat Herbal Ocean Park Olahraga Online Shop Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Overcharge P4TKI Pagelaran Seni Budaya Indonesia Pahlawan Nasional INDONESIA Pajak TKI Pakistan Palestina Palestina dan Suriah Pangsit Pantai Paperan Parallel Space Parenting Pariwisata Paru-paru Basah Pasar Kranggan PASKIBRA Paspampres Paspor Pat Heung Pati PBB Peduli Peduli Lingkungan Pekerja Ilegal Pekerjaan Pelanggaran Pelecehan Presiden Pelecehan Seksual Peluang Kerja Pemalsuan data Pembunuh Pembunuhan Pemerkosaan Pemncarian Pencarian Pencopetan Pencurian Pendarahan Otak Pendidikan Penemuan Penganiayaan Penghargaan Pengiriman barang Penipuan Penjual bensin Penjual Kerupuk Pensosbud Moscad Penyakit Penyakit Kulit Penyiksaan People Peperan Perampokan Peraturan Peraturan Kerja Perceraian Perdagangan Manusia Peristiwa Perlindungan BMI Pernikahan Massal 2016 Perselingkuhan Photo lucu anak-anak Photography Photoshop Pilipina Pilot PJTKI PJTKI Abal-Abal PMI Hong Kong PMI ilegal PMI Pintar PNS Pokemon Go Polantas Poligami Polisi Hong Kong Polisi RI Politik Pondok pesantren Tebuireng Ponorogo Ponorogo Peduli PPTKIS Produk Palsu Program G2G Prostitut PRT PRT Kamboja PSK Puasa Ramadhan Public Service pulau bintan Putri Hussa Qatar Queen Elisabeth Radikalisme Radio Hong Kong Ramadhan Rasisme Realita Realita Kehidupan Remitansi TKI Rendra Kresna Rentenir Repulse Bay Resep Harian Resep Jajanan Resep Jamu Tradisional Resep Mancanegara Resep masakan Simpel Resep Nusantara Resep Olahan simpel Restoran Halal Ridwan Kamil Rio2016 RS.Soebandi Rusun Rawa Bebek RUU BMI RUU Pemilu Saikung Salad Salman bin Abdulaziz Al Saud Samarinda Sampah Sanggar Sanksi skorsing Saudi Arabia Save Rohingya SCAM Scammer Cinta Sejarah Sekolah Di Hong Kong sekolah di hongkong sekolah di Indonesia Sekolah di Luar Negeri Selingkuhan Seni Seputar Elektronik Seputar Islam Seputar Wanita Serba-Serbi Sex Sham Shui Po Sholat Eid Sholat Jum'at Shopping Center Shueng Shui Simkim Singapura Sisi Lain Hong Kong SISKOTKLN Siti Aisyah Smoker itu Jahat Soetta Solidaritas Solusi Sosial Sosok Inspiratif SS.Lazio Story of Buruh Migran Stress Suami Istri Sukses Story Surabaya Suriah Survei Sushi Syria Tabuk Tahun Baru China/Imlek Tai Po Taipei Tzu Chi Hospital Taiwan Taksi Tax Amnesty Technology teladan Telur Teman Ahok Tempe Tenaga Kerja Asing Tenaga Kerja Profesional Tenggelam Teror Bom Teroris Terorisme The kisinger Tilang Timur Tengah Tips dan Triks Tips Smule TKI TKI Australia TKI Ilegal TKI Inggris TKI Sukses Toko Onine Tokoh Bangsa Tomat Topan Topan Coral Topan Guchol Topan Hato Topan Khanun Topan LAN Topan Nesat Topan Pakhar Tragis Tram TransJ Transportasi Traveling Trend Tropical Depresion Tropical Depression Tsai Ing-Wen Tsim Sha Tsui Tsueng Kwan O Tsueng Kwan O Hospital Tsueng Wan Tumor Tumor Otak Tutorial Blogger Tutorials Uang RI Udara Udon Ular Umbrella Revolution in hongkong Umroh Underpaying Unik Upah Tenaga Kerja Uruguay UU UU ITE UU PPMI Venezuela Victoria Park Video Vietnam Viral Visa Wan Chai western Union Whatsapp Wirausaha WNI wonderful Indonesia Wonton Worldskills Yesi Armand Sha Yoho Mall Youtube Yuen Long Yusuf Mansur

Usia pria ini lebih 60 tahun, tetapi masih lincah kala beberapa waktu lalu diundang ke Jakarta untuktapping di sebuah TV swasta. Untuk keperluan itu, dia harus berpidato.
Malam itu, dia mendapat penghargaan sebagai salah satu KickAndy Heroes bidang lingkungan, yang diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
Sadiman, seorang diri menanami bukit gersang 100 hektar di Wonogiri. Foto: Nuswantoro
Mbah, ini dihapalkan. Tidak persis sama, tidak apa-apa,” kata Yusanto kepada Sadiman, sembari memberikan secarik kertas konsep pidato.
Yusanto, keseharian guru SD Genengrejo. Selama ini dia menjadi penghubung Sadiman dengan “dunia luar.” Sadiman bukanlah pembaca koran, penikmat televisi, apalagi internet. Berbahasa Indonesiapun terbata-bata.
Waktu memberikan pidatopun tiba, sesuatu tak terduga terjadi. Usai memberi salam, dan mengucapkan terimakasih, tiba-tiba dia berkata pendek,” Lali (lupa).”
Sejurus sambil tetap tersenyum dan kembali melambaikan tangan dia turun panggung, diikuti keterkejutan orang-orang di studio. Tawa mereka pecah membahana.
Apakah Sadiman benar-benar lupa contekan pidato yang harus dihapalnya? Tampaknya dia  hanya tak terlalu suka banyak berbicara, lebih senang bekerja. Siti Nurbaya menyebut, pria  ini, seorang diri menanam 100 hektar bukit gundul dengan 11.000 pohon.
Saya berkesempatan menginap di rumahnya, Rabu (9/2/16). Dinding tanpa polesan cat, lantai semen ala kadar. Sebagian masih beralaskan tanah. Sadiman memperlihatkan catatan yang baru ditulis. Katanya, ada 500 keluarga dari 800-an nama warga yang mendapat air dari mata air kaki bukit. Semua itu dia hapal di luar kepala!

Bak penampung, sebelum air didistribusikan ke rumah warga di Desa Geneng. Foto: Nuswantoro
Bak penampung, sebelum air didistribusikan ke rumah warga di Desa Geneng. Foto: Nuswantoro


Impian Sadiman kecil
Tekad menghijaukan bukit gundul bermula ketika dia menyaksikan penebangan kayu hutan marak. Keprihatinan bertambah saat kebakaran hebat menghanguskan Bukit Gendol dan Ampyangan di desanya, Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri Itu terjadi 1963.
Bukitpun gersang. Seingat dia, hanya tinggal dua petak tanah hijau di Bukit Kukusan dan Ampyangan, masing-masing 10 meter persegi.
Saya berpikir, kapan ya hutan ini kembali hijau,” katanya. Kala itu,dia masih berumur 10 tahun.
Pohon besar langka, ditambah kebakaran hebat menyebabkan debit air merosot tajam. Untuk memperoleh air bersih, dia dan tetangga harus memikul dari sumber air berjarak sekitar 500 meter dari rumah.
Mandi juga di sana, orang harus sabar mengantre. Tahun 1975-an masih seperti itu. Tahun 1980, ada bantuan pipa pemerintah yang mengalirkan air dari Bukit Gendol mendekat ke permukiman warga. Itupun sebagian warga masih harus mengangsu.”
Melihat kondisi ini, dia tak mau berpangku tangan. Tahun 1996, diam-diam mulai menanami bukit gersang itu seorang diri.
Saya makin nekat ketika tahu sumber air tinggal sedikit itu diambil sebagian warga dekat bukit. Katanya hanya untuk air minum, ternyata untuk sawah. Saya geregetan, warga di bawah lalu dapat apa? Diminta digilir saja tidak mau,” katanya.
Dalam pemikiran Sadiman, tanaman yang tepat untuk bukit agar menghasilkan air adalah pohon berdaun lebat, berakar kuat, dan bergetah. Bukan pinus, atau cemara, seperti di lahan Perhutani.
Sadiman lantas memutuskan menanami bukit dengan ipik, loh, bulu, pre, terutama beringin. Selain kayu tak ditebang kecuali sebatas sebagai kayu bakar, tanah lembab hingga sulit terbakar.
Darimana ide ini? “Di satu lokasi ada dua pohon ipik, bawah bisa keluar air. Dibikin pancuran, cukup mengairi sawah milik dua orang,” katanya.
Hebatnya lagi, dia menanami lahan seluas itu terencana meski tak tertulis. Dia sengaja membagi dalam empat jalur. Sadiman hapal di lokasi mana saja menanam pohon-pohon itu. Diapun tahu lokasi pohon yang mati atau ditebang sengaja.
Saya tanam 19 pohon di jalur tipe 1. Kini yang besar hanya tinggal dua. Sudah sepaha orang, ditebang,” katanya, sedikit geram.
Dari pengalaman, menanam beringin dalam satu kelompok sebanyak lima pohon menghasilkan air lebih deras dibanding satu kelompok berjumlah tiga pohon. Iapun lebih suka menanam pohon-pohon itu di lereng atau cekungan bukit dibanding tanah datar. Selain mencegah erosi, sumber air bisa segera muncul.

Sadiman memeluk pohon beringin yang dia tanam 20 tahun lalu. Foto: Nusawantoro
Sadiman memeluk pohon beringin yang dia tanam 20 tahun lalu. Foto: Nusawantoro

Dianggap gila    
Sadiman biasa memulai hari persis saat matahari menyembul dari Timur. Sinar menerpa punggung Perbukitan Bulukerto, juga dinding sisi timur rumahnya. Usai menyirami tanaman, dia lalu memberi makan kambing. Lalu berangkat ke hutan mencari rumput untuk kambing. Tak lupa dia membawa bibit pohon. Dia biasa pulang sekitar pukul 2.00 siang, atau sedikit sore kala harus menanam hingga titik terjauh. Saat musim hujan, dia pulang lebih cepat.
Menanami bukit dia lakukan tanpa diketahui istri dan kedua anaknya. Itu dilakukan selama 20 tahun. Karena tak tahu, istrinya sering membuang bibit-bibit beringin. Tak kehilangan akal, bibit beringinpun sengaja ditempatkan di pinggir jalan agar istri tak tahu saat Dia membawa ke hutan.
Keluarga tak mendukung, Pohon beringin tak ada buah kok ditanam. Saya menanam beringin secara diam-diam. Kalau akhirnya istri tidak membuatkan teh, atau makan tak ada lauk, ya sabar saja,” katanya, terkekeh.
Selain mencari bibit beringin liar, Dia juga mencangkok, atau mendapatkan dari orang lain dengan menukarkan bibit cengkeh atau jati.
“Gara-gara ini saya juga dianggap gila. Bibit beringin tidak menghasilkan apa-apa ditukar cengkIh,” katanya.
Meski dikatakan gila, Dia tidak putus asa. Cemoohan dianggap angin lalu. Dengan tekun, dia terus menanam dan merawat pohon. Hasilnya, beringin generasi pertama sudah memiliki lingkar batang 2,5 meter. Airpun kini tak lagi sulit, bahkan musim kemarau sekalipun.
Dulu cuma embes tangis (rembesan kecil), sekarang nggrojok (debit besar),” katanya, senang.
Sumber air dari bukit yang Sadiman hijaukan seorang diri. Foto: Nuswantoro
Dari hanya dua titik sumber air, kini lima titik sumber air berdebit besar. Belum lagi beberapa sumber air kecil.
Kini, Bukit Gendol dan Ampyangan, kembali hijau. Burung-burung yang sebelumnya menghilang kini mulai berdatangan kembali. Ada burung kutilang, burung hantu, ayam hutan, juga alap-alap (elang). Warga desapun senang. Mereka yang dulu mencemooh berbalik memuji.
Sariyanto, tetangga, mengakui air tak seperti dulu, kini mudah didapat.
Sekarang mandi gampang, tanam apa saja di tegalan bisa karena air melimpah. Bisa ditanami padi, wortel, sayuran.”
Sadiman yang bersekolah hingga kelas satu STM itu menuturkan, apa yang dilakukan tanpa pamrih, dilandasi keinginan agar bisa bermanfaat buat orang lain.
Kebutuhan sehari-hari yang tak putus itu ya air. Manfaatnya banyak sekali. Mereka yang memakai untuk air minum ada 800 keluarga. Kalau anggota keluarga ada lima orang sudah 4.000 orang memanfaatkan air dari bukit. Kalau setiap hari setiap orang 15 kali berurusan dengan air, itu sudah berapa? Begitu cara saya membayangkan manfaat air. Ini belum masuk ke sawah-sawah,” ucap Sadiman. (Bersambung)
Meski lanjut usia, Sadiman masih kuat memikul dua tumpuk rumput dan dedaunan. Foto: Nuswantoro
Meski lanjut usia, Sadiman masih kuat memikul dua tumpuk rumput dan dedaunan. Foto: Nuswantoro
Sumber: Mongabay

Post a Comment

Recommended

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.